Monday, April 6, 2015

Manajemen Pemasaran Sekolah Sebagai Salah Satu Kunci Kunci keberhasilan Persaingan Sekolah


moh. Kamilus Zaman SPd.I


Manajemen Pemasaran Sekolah Sebagai Salah Satu Kunci
Kunci keberhasilan Persaingan Sekolah

(Henry sumurung octavian, SE.,M.M.)

Saat ini istilah efektif dan efisien merupakan istilah yang sering digunakan sehubungan dengan pola persaingan yang semakin ketat. Tidak terkecuali dunia pendidikan termasuk sekolah merasakan tuntutan kondisi lingkungan tersebut.  Sekolah sebagian lembaga penyedia jasa pendidikan perlu belajar dan memiliki inisiatif untuk semakin meningkatkan kepuasan pelanggan karena pendidikan merupakan proses yang sirkuler yang saling mempengaruhi dan berkelanjutan.insiatif sekolah dimulai dari mencari mencari tahu (riset pasar) kondisi pasar pendidikan. Dari berbagai macam segmen yang ada dipasar, selanjutnya sekolah menetapkan strategi pemasaran yang sesuai dengan pasar sasaran.
Dalam kondisi kritis multidimensi yang berkepanjangan, pendidikan telah menarik perhatian berbagai pihak setelah bergeser menjadi salah satu pos pengeluaran yang semakin besar dan memberatkan di sebagian besar masyarakat. Tingginya biaya pendidikan merupakan konsekuensi dari meningkatnya biaya ditambah lagi dengan berkurangnya kemampuan para penyandang dana pendidikan.
Pendidikan yang mahal akan semakin menjadi relatif ketika kita melihat dari sudut pandang yang berbeda. Apabila pendidikan dianggap sebagai suatu bentuk investasi yang akan memberikan suatu benefit di masa mendatang maka tidak akan terjadi penempatan biaya pendidikan dalam skala prioritas terakhir atau berada di bawah pengeluaran-pengeluaran yang konsumtif. Bermunculnya sekolah-sekolah baru menimbulkan fenomena dalam dunia kependidikan.
Visi dan misi sekolah dengan pendekatan situsional akan seringkali disalahartikan oleh masyarakat. Pengelolaan sekolah memainkan peranan yang penting dan menentukan keberlangsungan serta perkembangan sekolah itu dimasa yang akan datang. Bagaimana sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan dikelola serta strategi yang bagaimana diperlukan perlu dibahas lebih lanjut.

1.        Manajemen sekolah
Sebagai salah satu kompenen utama dalam sistem pendidikan, sekolah sudah selayaknya memberikan kontribusi yang nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).  Pengelolaan pendidikan bemutu tidak terlepas dari fungsi-fungsi manajemen secara umum yaitu : perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing) dan pengendalianm (controlling). Fungsi-fungsi manajerial efektif dan efisien, dimana pimpinan (kepala sekolah) secara khusus merupakan orang yang bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya sekolah.
Manajemen sekolah berbasis kualitas (quality Education) merupakan dasar efektivitas dari segala keberhasilan program-program sekolah. Pendidikan yang bermutu merupakan standar kesesuaian tampilan (performance) terhadap atribut-atribut yang dianggap penting oleh para pelanggan/pengguna jasa pendidikan.

Gambar 1 : proses sirkuler pendidikan

Keterangan :
A.    Lembaga Pendidikan / Sekolah
B.     Jasa Kependidikan
C.     Pelanggan Primer (Peserta Didik)
D.    Pelanggan Tersier (Dunia usaha, Lembaga Study Lanjutan masyarakat, pemerintah)












A
 






 
E
 
C
 
B
 
D
 
                                                                                                                                                                                                                                                          
                                   




                                                                                     
2.      Strategi Pengelolaan sekolah
Masyarakat mengharapkan sekolah dapat memberikan penyediaan pelayanan pendidikan secara maksimal. Harapan yang besar pada sekolah memerlukan energi yang besar. Untuk itu diperlukan banyak dukungan dari berbagai pihak. Di negara-negara maju, perlakuan khusus kepada lembaga yang menyelenggarakan pendidikan umum sudah sangat kondusif. Tentunya tidak terlepas dari kemampuan pemerintahannya. Sekolah dalam menjalankan kegiatan pendidikan sangat tergantung kepada tiga jenis sumber pemasukan keuangan, yaitu :
a.       Pemilik organisasi
b.      Masyarakat pengguna
c.       Pihak ketiga

Dalam kondisi tertentu, sekolah-sekolah yang mempunyai keterbatasan sumber daya yang dimiliki, maka strategi alliances merupakan jawaban dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan. Strategi alliance merupakan bentuk kerja sama dengan lembaga lain yang paling aman dijalankan dibandingkan metode kerjasama lainnya, ketika identitas organisasi tersebut masih terjaga. Hal ini sangat logis ketika kompetensi dan kolaborasi antar lembaga pendidikan akan menjadi semakin dinamis, maka untuk materi-materi tertentu (seperti ketrampilan dan seni), sekolah dapat bekerjasama dengan mitra yang kompeten.



   Manajemen pamasaran sekolah

Kotler mendefinisakan pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Langkah–langkah kegiatan dalam mengelola pemasaran sekolah yaitu :
1.      Identifikasi pasar
Tahapan pertama dalam pemasaran sekolah adalah mengidentifikasi dan menganalisis pasar. Dalam tahapan ini perlu dilakukan suatu penelitian/ riset pasar untuk mengetahui kondisi dan ekspektasi pasar termasuk atribut-atribut pendidikan yang menjadi kepentingan konsumen pendidikan.
2.      Segmentasi pasar dan positioning
Penentuan target pasar merupakan langkah selanjutnya dalam pengelolaan masalah pemasaran sekolah. Dalam pasar yang sangat beragam karakternya, perlu ditentukan atribut-atribut apa yang menjadi kepentingan utama bagi pengguna pendidikan. Secara umum pasar dapat dipilah berdasarkan karakteristik demografi, geografi, psikografi maupun perilaku. Dengan demikian sekolah akan lebih mudah menentukan strategi pemasaran sehubungan dengan karakteristik dan kebutuhan pasar.
3.      Diferensiasi produk
Melakukan diferensiasi merupakan cara yang efektif dalam mencari perhatian pasar. Dari banyaknya sekolah yang ada, orangtua siswa akan kesulitan untuk memilih sekolah anaknya dikarenakan atribut-atribut kepentingan antar sekolah semakin standar. Sekolah hendaknya dapat memberikan tekanan yang berbeda dari sekolah lainnya dalam bentuk-bentuk kemasan yang menarik seperti logo dan slogan. Fasilitas internet mungkin akan menjadi standar, namun jaminan internet yang aman dan bersih akan menarik perhatian orang tua.
4.      Komunikasi pemasaran
Akhirnya pengelola sekolah hendaknya dapat mengkomunikasikan pesan-pesan pemasaran sekolah yang diharapkan pasar. Sekolah sebagai lembaga ilmiah akan lebih elegan apabila bentuk-bentuk komunikasi disajikan dalam bentuk / format ilmiah seperti menyelenggarakan kompetisi bidang study, forum ilmiah/ seminar dan yang paling efektif adalah publikasi prestasi oleh media independen seperti berita dalam media massa.
Organisasi pendidikan hendaknya memiliki sistem pengelolaan/manajemen yang dapat memaksimalkan atribut-atribut yang dianggap pasar sebagai atribut yang penting dalam sebuah institusi pendidikan. Sehingga konsep pemasaran pendidikan yang berwawasan jasa/produk pelayanan akan berkembang menjadi konsep pemasaran pendidikan yang berorientasi pasar bahkan berwawasan masyarakat

                                                            















Visi dan misi sekolah
 





pesaing
 










Strategi pemasaran sekolah
 
 










                         Gambar 2. Konsep pemikiran pengelolaan pemasaran sekolah
            Langkah strategi selanjutnya adalah bagaimana pelayanan sekolah dapat terlihat sebagai apa yang diharapkan konsumen. Kesenjangan yang sering terjadi adalah adanya perbedaan persepsi kualitas maupun atribut jasa pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian terhadap organisasi jasa, termasuk sekolah, didapati beberapa ciri-ciri organisasi jasa yang baik yaitu memiliki :

a.       Konsep strategis yang memiliki fokus kepasa konsemen
b.      Komitmen kualitas dari manajemen puncak
c.       Penetapan standar yang tinggi
d.      Sistem untuk memonitor kinerja jasa
e.       Sistem untuk memuaskan keluhan pelanggan
f.       Memuaskan karyawan sama dengan pelanggan

Daftar pustaka :
online tgl 23-9-2011 (08.16)

No comments:

Post a Comment