Monday, April 6, 2015

Pendekatan Manajemen Peserta Didik



Moh. Kamilus Zaman SPd.I
Pendekatan Manajemen Peserta Didik

                Ada dua pendekatan yang digunakan dalam manajemen peserta didik (Yeager, 1994). Pertama, pendekatan kuantitatif (the quantitative approach). Pendekatan ini lebih menitik beratkan pada segi-segi administratif dan birokratik lembaga pendidikan. Dalam pendekatan demikian, peserta didik diharapkan banyak memenuhi tuntutan-tuntutan dan harapan-harapan lembaga pendidikan di tempat peserta didik tersebut berada. Asumsi pendekatan ini adalah, bahwa peserta didik akan dapat matang dan mencapai keinginannya, manakala dapat memenuhi aturan-aturan, tugas-tugas, dan harapan-harapan yang diminta oleh lembaga pendidikannya.

             Wujud pendekatan ini dalam manajemen peserta didik secara operasional adalah: mengharuskan kehadiran secara mutlak bagi peserta didik di sekolah, memperketat presensi, penuntutan disiplin yang tinggi, menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Pendekatan demikian, memang teraksentuasi pada upaya agar peserta didik menjadi mampu.

             Kedua, pendekatan kualitatif (the qualitative approach).
Pendekatan ini lebih memberikan perhatian kepada kesejahteraan peserta didik. Jika pendekatan kuantitatif di atas diarahkan agar peserta didik mampu, maka pendekatan kualitatif ini lebih diarahkan agar peserta didik senang. Asumsi dari pendekatan ini adalah, jika peserta didik senang dan sejahtera, maka mereka dapat belajar dengan baik serta senang juga untuk mengembangkan diri mereka sendiri di lembaga pendidikan seperti sekolah. Pendekatan ini juga menekankan perlunya penyediaan iklim yang kondusif dan menyenangkan bagi pengembangan diri secara optimal.

              Di antara kedua pendekatan tersebut, tentu dapat diambil jalan tengahnya, atau sebutlah dengan pendekatan padu. 

Dalam pendekatan padu demikian, peserta didik diminta untuk memenuhi tuntutan-tuntutan birokratik dan administratif sekolah di satu pihak, tetapi di sisi lain sekolah juga menawarkan insentif-insentif lain yang dapat memenuhi kebutuhan dan kesejahteraannya. Di satu pihak siswa diminta untuk menyelesaikan tugas-tugas berat yang berasal dari lembaganya, tetapi di sisi lain juga disediakan iklim yang kondusif untuk menyelesaikan tugasnya. Atau, jika dikemukakan dengan kalimat terbalik, penyediaan kesejahteraan, iklim yang kondusif, pemberian layanan-layanan yang andal adalah dalam rangka mendisiplinkan peserta didik, penyelesaian tugas-tugas peserta didik.


Wawan Junaidi, Pendekatan Manajemen Peserta Didik
[tersedia] http://blog.re.or.id/pendidikan-manajemen-peserta-didik.html [online] Jum’at, 16 September 2011,  16:24



Nama   : Azizatus Sholihah
NIM    : 10110116
Kelas   : PAI ”C”
Tugas   : Review Artikel
Judul   : Pendekatan Manajemen Peserta Didik

Pendahuluan
Pada era otonomi sekarang ini isu krusial dalam bidang pembangunan pendidikan sesungguhnya bukan lagi meningkatkan akses dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan layak melainkan persoalan kualitas pendidikan. Maka yang terpenting bukan lagi pencapaian jenjang pendidikan dasar 9 tahun, melainkan pencapaian pendidikan bermutu. Pada era ini, saat pendidikan bukan lagi tanggung jawab “pusat” melainkan merupakan otonomi sekolah, peserta didik (siswa) tidak lagi dipandang sebagai “botol kosong” yang siap diisi. Peserta didik kini merupakan subjek sentral pendidikan. Pendekatan Manajemen Peserta Didik  menawarkan konsep manajemen baru guna mencapai kualitas pendidikan secara menyeluruh seperti yang dicanangkan.

Tantangan
Konsep pengelolaan yang ditawarkan melalui pendekatan manajemen peserta didik tentu tidak mudah dilaksanakan, karena paradigma lama pendidikan kita telah berjalan dan bercokol begitu kuat. Beberapa kendala yang mungkin muncul dan perlu diperhatikan adalah :
1.      Pelaksanaan pendekatan manajemen peserta didik harus didukung dengan peningkatan kualitas guru dan kesadaran masyarakat yang tinggi akan arti dan fungsi sekolah.
2.      Mengubah kebiasaan birokrasi yang selama ini bercokol menguasai dunia pendidikan, yang selalu memperoleh fasilitas dan kemudahan tentu tidak mudah. Namun jika ini tidak diatasi, pendekatan manajemen peserta didik tidak akan dapat berperan optimal.
3.      Diperlukan kesiapan SDM Kepala Sekolah sebagai manajer yang kreatif dan professional.
4.      Diperlukan kesiapan masyarakat dalam perannya sebagai Komite Sekolah yang berkualitas.

Prasyarat
Agar kebijakan Pendekatan manajemen peserta didik dapat terlaksana sebagai motor pembaharu dunia pendidikan diperlukan beberapa syarat :

1.      Dukungan dan antusiasme Komite Sekolah mitra sekaligus kelompok control manajemen sekolah.
2.      Kepekaan dan empati kepala sekolah dan para guru terhadap persoalan lokal sekitar sekolah.
3.      Kesediaan semua pihak untuk membongkar hegemoni yang telah tertanam pada pola pikir masing-masing pelaku pendidikan.

Kesimpulan/Catatan
Tulisan Wawan Junaidi ini tentu dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah yang hendak bangkit memanage berbagai hal demi peningkatan kualitas sekolah secara menyeluruh. Ukuran keberhasilan Pendekatan manajemen peserta didik bukanlah perubahan pamor sekolah menjadi sekolah favorit tetapi sejauh mana manajemen proses pembelajaran di sekolah telah berjalan dengan transparan, partisipatif dan menjadikan pembelajaran berkualitas yang menyenangkan. Namun harus pula dikritisi semua pihak agar Pendekatan manajemen peserta didik tidak menjadi manajemen semau sekolah dan pihak-pihak yang terlibat seperti komite sekolah dan stacke holder lain tidak kebablasan perannya.

No comments:

Post a Comment