Monday, April 6, 2015

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN



SEJARAH PERKEMBANGANNILMU MANAJEMEN
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Pendidikan Islam
Dosen Pengampu :
Mulyono M.a
                                                                   


                                                





Disusun oleh:
Moh. kamilus Zaman Spd.I
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
UNIVERSITAS ISLAM MALIKI NEGERI MALANG
2010

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sejarah Perkembangan Ilmu M anajement”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Manajement Pendidikan Islam, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa.
Dalam penulisan makalah ini, tidak lepas dari petunjuk dan bimbingan serta masukan dari semua pihak. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Mulyono M.a selaku Dosen Matakuliah Manajement Pendidikan islam yang telah membantu dan memberi pengrahan kepada kami dalam belajar dan mengerjakan tugas, dan juga semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini sehingga makalah ini dapat selesai tepat waktu.
Makalah ini berusaha kami susun selengkap-lengkapnya. Akan tetapi, kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, karena keterbatasan dan kekurangan pengetahuan serta minimnya pengalaman yang dimiliki. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan demi pembuatan makalah berikutnya.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi penyusun dan pembaca pada umumya. Amin.

Malang, Oktober 2011

         Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Seperti di ketahui ilmu manajemen berkembang terus hingga saat ini. Ilmu manajeman memberikan pemahaman tentang pendekatan ataupun tata cara dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan manajer.
Oleh karena itu masalahbini berisikan tentang perkembangan teori manajemen dari masa ke masa. Selain memberikan gambaran bagaimana aliran pikiran masa lalu di harapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan  terhadap ruang lingkup dan perkembangan ilmu manajemen
Tulisan ini juga membahas tentang etimologi manaajemen, terjadinya perkembangan ilmu manajemen, sejarah ilmu manajemen, Di mana dalam ilmu ilmu manajemen di kemukakan ada beberapa aliran sebagai dasar pemikiran yang di bagi berdasarkan iliran klasik, aliran hubungan manusiawi dan manajemen modern yang merupakan cikal bakal dari teori manajemen yang terus berkembang dengan berbagai macam aliran lainya, dan ilmu manajemen di era manusia social dan modern.
Seorang manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah menghasilkan teori-teori manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehigga manajer dapat menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi siruasi tertentu. Dengan demikian bila seseorang manajer mrnghadapi situasi bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari  solusi atau membuat keputusan yang baik.
2.       Rumusan Masalah
a.      Apa yang di maksud dengan ilmu manajement?
b.      Bagaimanakah  proses terjadinya perkembangan ilmu manajement?
c.       Bagaimana sejarah ilmu manajement?

3.      Tujuan Masalah
a.      Untuk mengetahui apa itu ilmu manajement
b.      Untuk mengetahui bagaimana perkembangan ilmu manajemen.
c.       Untuk mengetahui sejarah ilmu manajemen.


















BAB II
PEMBAHASAN
1.       Etimologi
Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa italia  maneggiare yang berarti "mengendalikan," terutamanya "mengendalikan kuda" yang berasal dari bahasa latin manus yang berati "tangan". Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang berarti "kepemilikan kuda" (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa Italia, Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur.
2. Sejarah Manajement
Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Beberapa orang melihatnya (dengan definisi) sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang terlambat). dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern, hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. beberapa penulis melacak perkembangan pemikiran manajemen pada pedagang-pedangan Sumeria dan pembangun piramid Mesir. Para pemilik budak selama berabad-abad menghadapi permasalahan eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri, dengan skala mereka yang kecil, tidak merasa terdorong ungtuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke15) dan kodifikasi kesekretariatan entri-ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.
3. Perkembangan Ilmu Manajemen
 A.  Pada perkembangan peradaban manusia, ilmu terbagi dalam tiga kelompok besar yaitu
1.      Ilmu yang mempelajari seluruh gejala, bentuk eksistensinya yang erat dengan alam beserta isinya dan secara universal mempunyai sifat yang pasti dan sarana serta tidak di pisahkan oleh ruang dan waktu. di sebut ilmu eksta contoh: fisika kimia dan biologi.
2.      Ilmu yang mempelajari manusia dan eksistensinya dalam hubungan dalam setiap aspek yang terjadi dalam kehidupan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat di namakan ilmu social atau non ekstra, misalnya; ekonomi , politik, psikologi, hokum, administrasi, dan lain-lain.
3.      Ilmu humaniora, kumpulan pengetahuan yang erat hubunganya dengan seni, misalnya: seni tari, seni lukis, seni sastra, seni suara. Ilmu manajement merupakan salah satu ilmu disiplin ilmu social.

B.     Ilmu manajrmen sebagai ilmu pengetahuan mempunyai cirri-ciri sebagai berikut:

1.      Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri dari dua kelompok atau lebih.
2.      Adanya kerja sama antara kelompok tersebut.
3.      Adanya kegiatan usaha.
4.      Adanya tujiuan.

Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu social yang mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modern.di mana fenomena masyarakat modern tersebut merupakan gejala social yang membawa perubahan terhadap organisasi.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan suatu organisasi yaitu:
1.      Tekanan pemilik usaha
2.      Kemajuan tekhnologi
3.      Saingan baru
4.      Tuntunan masyarakat
5.      Kebijaksanaan pemerintah
6.      Pengaruh dunia internasional

Pada kenyataan manajemen sulit di definisikan karena tidak ada definisi manajemen yang di terima secara universal. Mary Parker Follet mendefinisikan manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer untuk mencapai tujuan organisasi melalui pengaturan orang lain melaksanakan tugas yang mungkin dilakukan. Manajemen memang bisa berarti seperti itu, tetapi bisa juga mempunyai pengertian lebih dari pada itu. Sehingga dalam kenyataanya tidak ada definisi yang di gunakan secara konsisten oleh semua orang. Stoner mengemukakan suatu definisi yang lebih kompleks yaitu sebagai berikut: “ Mnajenen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi yang lainya agar mencapai ornganisasi yang telah di tetapkan”
Dari definisi di atas terlihat bahwa Stoner manggunakan kata proses , bukan seni . mengartikan manajement sebagai seni mengandung arti bahwa hal itu adalah kemampuan dan keterampilan pribadi. Sedangkan suatu proses adalah  cara sistematis untuk melakukan pekerjaan. Manajemen di definisikan sebagai proses karena semua manajer tanpa harus memperhatikan kecakapan atau keterampilan khusus, harus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang saling berkaitan dalam pencapaian tujuan yang di inginkan.
Berdasarkan uraian di atas di simpulkan bahwa pada dasarnya manajemen merupakan kerjasama dengan orang-orang untuk menentukan, menginspirasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan.
Setiap pandangan mungkin berguna untuk berbagai masalah yang berbeda-beda. Ada tiga aliran pemikiran yaitu:
A.    Aliran klasik.
B.     Aliran hubungan manusiawi
C.     Aliran manajemen modern

4.       Ilmu Manajemen di Era Manusia Sosial                      
                 Era manusia sosial ditandai dengan lahirnya mahzab perilaku dalam pemikiran manajemen di akhir era manajemen ilmiah . Mahzab perilaku tidak mendapatkan pengakuan luas sampai tahun 1930-an . Katalis utama dari kelahiran mahzab perilaku adalah serangkaian studi penelitian.
Kajian ini awalnya bertujuan mempelajari pengaruh berbagai macam tingkat penerangan lampu terhadap produktivitas kerja . Hasil kajian mengindikasikan bahwa ternyata insentif seperti jabatan , lama jam kerja , periode istirahat , maupun upah lebih sedikit pengaruhnya terhadap output pekerja dibandingkan dengan tekanan kelompok , penerimaan kelompok, serta rasa aman yang menyertainya .  Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu.
Menurut Barnard , efektivitas berkaitan dengan pencapaian tujuan, dan efisiensi adalah sejauh mana motif-motif individu dapat terpuaskan . Dia memandang organisasi formal sebagai sistem terpadu di mana kerjasama , tujuan bersama , dan komunikasi merupakan elemen universal , sementara pada organisasi informal, komunikasi, kekompakan, dan pemeliharaan perasaan harga diri lebih diutamakan . Barnard juga mengembangkan teori "penerimaan otoritas" didasarkan pada gagasan bahwa bos hanya memiliki kewenangan jika bawahan menerima otoritas itu.
5.       Ilmu Manajemen di Era Modern           
 Era moderen ditandai dengan hadirnya konsep manajemen kualitas total di abad ke-20 yang diperkenalkan oleh beberapa guru manajemen , yang paling terkenal di antaranya W. Edwards Deming  and Joseph Juran.
Deming , orang Amerika, dianggap sebagai Bapak Kontrol Kualitas di Jepang. Deming berpendapat bahwa kebanyakan permasalahan dalam kualitas bukan berasal dari kesalahan pekerja , melainkan sistemnya . Ia menekankan pentingnya meningatkan kualitas dengan mengajukan teori lima langkah reaksi berantai . Ia berpendapat bila kualitas dapat ditingkatkan ,
1.      biaya akan berkurang karena berkurangnya biaya perbaikan, sedikitnya kesalahan, minimnya penundaan, dan pemanfaatan yang lebih baik atas waktu dan material
2.      produktivitas meningkat.
3.      market share meningkat karena peningkatan kualitas dan harga.
4.      profitabilitas perusahaan peningkat sehingga dapat bertahan dalam bisnis.
  jumlah pekerjaan meningkat . Deming mengembangkan 14 poin rencana untuk meringkas pengajarannya tentang peningkatan kualitas.
Kontribusi kedua datang dari Joseph Juran . Ia menyatakan bahwa 80 persen cacat disebabkan karena faktor-faktor yang sebenarnya dapat dikontrol oleh manajemen. Ia merujuk pada "prinsip pareto ." Dari teorinya , ia mengembangkan trilogi manajemen yang memasukkan perencanaan, kontrol, dan peningkatan kualitas . Juran mengusulkan manajemen untuk memilih satu area yang mengalami kontrol kualitas yang buruk . Area tersebut kemudian dianalisis , kemudian dibuat solusi , dan diimplementasikan.
6.      Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-2. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi tiga yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
3.      Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial.
7.      Sejarah dan Istilah Nama Manajemen berbasis sekolah.
A.    Sekilas Sejarah MBS.
Di Amirika Serikat, perjuangan Guru untuk memperbaiki nasibnya dianggap sebagai cikal bakal MBS atau desentralisasi pengelolahan sekolah. Perjalannya sudah berlangsung  cukup panjang, yaitu dengan di bentuknya ASosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association, NEA) pada tahun 1857. Pada tahun 1887itu, Guru-guru di New York membentuk sebuah asosiasi kepentingan bersama dan asosiasi yang sama yang didirikan di Chicago, di pimpim oleh Margarette Harley. Pada tahun 1903 guru-guru Philadelphia membentuk organisasi asosiasi. Melalui asosiasi inilah guru-guru bangkit untuk meningkatkan martabat hidupnya, yang hasilnya antara lain memperoleh gaji lebih baik.
            Berkaitan langsung dengan prakarsa MBS, di Negara maju reformasi pendidik an, khususnya reformasi manajemen pendidikan, selama lebih dari empat puluh tahun terakhir terus berporos pada desentralisasi. Menurut Bailey (1991) di Amirika serikat, misalnya, sejak tahun 1960-an hingga tahun 1990-an, secara prinsip telah berjalan “empat generasi” gerakan reformasi manajemen pendidikan. Dari “empat generasi” gerakan reformasi tersebut, semuanya menjurus kepada desentralisasi hingga sampai kepada istilah disebut MBS. Seperti disebutkan terdahulu, MBS merupakan pengindonesiaan dari school-baset manajemen (SBM) atau school-site management (SSM).1
8.      Proses dan Model Pengembangan Manajemen Pendidikan.
Inti kegiatan manajemen Pendidikan Persekolahan adalah Pembuatan keputusan untuk meningkatkan kinerja sekolah. Sejalan dengan pemikiran ini, inti manajemen partisipatif yang dituntut dalam MBS adalah pembuatan keputusan secara partisipatif.
Keputusan dalam bidang manajemen itu berasal dari manusia secara melembaga dan untuk kepentingan manusia yang melembaga pula atau yang mempunyai kepentingan dengan lembaga tersebut.
            Di lihat dari konsep inovasi, pembuatan keputusan sebagai inti manajemen pendidikan  mengandung makna keputusan inovatif   jika keputusan dibuat dan dianggap baru oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan keputusan itu. Mengikuti proses pengenbangan inovasi (innovation developmend process) dari Rogers (1983), inovasi dalam bidang manajemen pendidikan dapat dilakukan dengan menempuh proses. Sebagai berikut: (a) recognizing a problem or need, (b) research,
(c) development, (d) commercialization, (e) deffusion and adoption, dan (f) concequences.   



















BAB III
PENUTUP
1.       Kesimpulan
Setelah kita mengetahui pengertian atau definisi management, maka dapat disimpulkan bahwa kita dapat memahami sejarah perkembangan ilmu management. Dapat mengetahui sejarah perkembangan ilmu management dari beberapa ahli terkemuka didunia.serta dapat mengimplementasikan sejarah perkembangan ilmu management dalam kehidupan sehari- hari. Dan mengetahui lebih detail mengenai sejarah perkembangan ilmu management.













DAFTAR PUSTAKA
®    Danin, Sudarwan. 2006. Visi Baru Manajemen Sekolah. Jakarta: PT bumi Aksara.
®    http://my.opera.com/dewa2coffe/blog/show.dml.



No comments:

Post a Comment