Monday, April 6, 2015

MENGENAI MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH


Moh.Kamilus Zaman SPd.I 
REVIEW
MENGENAI MANAJEMEN PENDIDIKAN
BERBASIS SEKOLAH

School-Based Management -yang berarti manajemen berbasis sekolah-  merupakan program penerapan teori manajemen bisnis modern pada pelaksanaan sistem sekolah. secara konseptual dipandang sebagai perubahan formal dari aturan penguasa kedalam bentuk bentuk desentralisasi. Upaya-upaya terdahulu untuk mendesentralisasikan dimaksudkan untuk menggeser otoritas (kewenangan) dari dewan pendidikan yang besar dan sentral kepada dewan-dewan pendidikan yang lebih kecil dan lokal untuk menggantikan satu bentuk birokrasi dengan yang lain. Manajemen berbasis sekolah mengubah seluruh sistem distrik dan organisasi sekolah, dan merestrukturisasikan banyak peran di distrik.
Juga Merupakan suatu pendekatan politik yang popular untuk mendesain ulang yang memberi para partisipan sekolah lokal, kekuatan untuk mengembangkan sekolah mereka. Dengan memindahkan wewenang dan manajemen pengambilan keputusan ke para stakeholder lokal, yang benar-benar berada di ujung tombak, diberdayakan untuk berbuat sesuatu tentang bagaimana sekolah berperilaku. Konsep ini menyarankan bahwa individual sekolah-sekolah diberi tanggung jawab penuh untuk mengembangkan program pendidikan yang dimaksud dalam melayani keburuhan anak-anak yang memasuki sekolah itu, maka personel sekolah akan mengembangkan program lebih mantap karena mereka mengenal siswa dan kebutuhannya.
Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen berbasis sekolah disentralisasikan untuk memberdayakan partisipan sekolah, agar dapat mengatur dan membuat keputusan yang paling tepat bagi sekolah itu sendiri dan siapa saja serta apa saja yang terkait dengannya. Bidang yang didesentralisasi adalah seluruh bidang yang terkait dengan pendidikan. Antara lain:
                                   ·          Pengetahuan
                                   ·          Teknologi
                                   ·          Kekuasaan
                                   ·          Materi
                                   ·          Sumber daya manusia
                                   ·          Waktu
                                   ·          Biaya
Bullock dan Thomas (1997) mengelompokkan cakupan desentralisaisi ini agar meliputi:
               α     Penerimaan: desentralisasi keputusan mengenai siswa yang dapat diterima di sekolah itu;
               α     Penilaian: desentralisasi keputusan mengenai bagaimana siswa dinilai;
               α     Keuangan: desentralisiasi keputusan mengenai pengaturan keuangan untuk penerimaan siswa.
Dalam makalah ini penulis menyebutkan alasan-alasan mengapa manajemen berbasis sekolah diperlukan. Diantranya ialah:
                             δ          Sekolah merupakan unit primer dari perubahan,
                             δ          Mereka, yang berhadapan langsung dengan siswa, memiliki informasi dan pendapat yang tepercaya mengenai rencana yang paling bermanfaat bagi kemajuan sekolah,
                             δ          Kemajuan memerlukan Wktu sedang sekolah merupakan lembaga terbaik untuk memelihara upaya bagi kemajuan,
                             δ          Kepala sekolah memegang kunci dalam kemajuan sekolah,
                             δ          Sumber daya manusia meningkatkan profesionalisasi pengajaran sehingga, pada waktunya, dapat menhasilkan lulusan yang diharapkan,
                             δ          Sumber daya manusia menjaga fokusnya pada prestasi dan tamatan,
                             δ          Kurikulum berbasis kompetensi yang segera diberlakukan menganut desentralisasi pendidikan sehingga daerah atau sekolah memiliki kewenangan yang cukup untuk merancang dan menentukan hal-hal yang akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar dan menilai keberhasilan proses belajar-mengajar, dan lain sebagainya.

Menurut Wohlstetter dan Mohrman, ada poin-poin yang diperlukan sebagai upaya agar manajemen berbasis sokelah terlaksana dengan baik, yaitu:
a)    Pembentukan banyak tim pembuatan keputusan yang dipimpin guru.
b)   Pemusatan pada kemajuan yang terus berlanjut dengan pelatihan sekolah secara luas dalam keterampilan fungsional dan proses, dan juga dalam bidang yang terkait dengan kurikulum dan pelajaran.
c)    Penciptaan sistem yang dikembangkan dengan baik untuk berbagai informasi yang berhubungan dengan unsur-unsur dewan.
d)   Pengembangan cara-cara pemberian imbalan bagi perilaku staff yang secara efektif diarahkan pada pencapaian tujuan-tujuan sekolah.
e)    Pemilihan kepala-kepala sekolah yang dapat memfasilitasi dan me-menej perubahan.
f)    Penggunaan petunjuk atau pedoman dari distrik, negara atau pusat untuk memusatkan upaya-upaya reformasi dan mentargetkan prubahan dalam kurikulum dan pelajaran.
Seperti halnya dengan berbagai usaha yang dilakukan manusia, usaha menerapkan manjemen berbasis sekolah juga mempunyai kendala. Menurit kedua ahli diatas kendala tersebut ialah:
1)   MBS diadopsi sebagai suatu akhir secara terpisah.
2)   Kepala sekolah bekerja berdasarkan agendanya sendiri, tanpa bantuan untuk mengembangkan agenda bersama.
3)   Kekuatan pembuatan keputusan dipusatkan pada satu dewan.
4)   MBS dianggap sebagai urusan yang biasa saja.

No comments:

Post a Comment