Tuesday, May 23, 2017

PERAN AKHLAK DALAM MEMBENTUK KEMULIAAN



PERAN AKHLAK DALAM MEMBENTUK KEMULIAAN
Kata “akhlak” berasal dari bahasa Arab, yaitu: Khalaq artinya mencipta, Khaliq artinya pencipta, Makhluq artinya ciptaan, khuluq merupakan suatu rahmat yang dianugerahkan Allah kedalam kalbu tentang segala kebajikan, kesucian, kemurnian, hak dan kewajiban, dan kasih saying. Akhlak ialah perwujudan khuluq kedalam perbuatan, amalan dan tingkah laku  manusia yang bersangkutan. Dengan kata lain, akhlak ialah penjabaran khuluq kedalam suatu perbuatan atau tingkah laku yang baik.
            Karena itu seharusnya tidak ada kalimat atau ungkapan yang berbunyi: “akhlaknya bejat”, kecuali seorang manusia yang sengaja atau karena kelalaian merubah khuluq Allah dari yang suci sempurna, hak dan adil kepada sesuatu yang bejat dan bathil. Mereka itu adalah insan yang menukar atau memanipulasi sesuatu pemberian Allah semulanya murni dan suci.
            Akhirnya dapat dimengerti, pada dasarnya khuluq dari Allah kepada setiap insan itu adalah sama kadarnya, namun dalam penerapannya oleh setiap insan sering berbeda. Bukankah kenyataan menggugah hati, disatu pihak berwajah damai, sementara dipihak yang lain melahirkan ciri-ciri permusuhan dan sebagainya.  
Moral-Moralist
            Kata “moral” juga berasal dari bahasa Asing. Moral dengan nama sifatnya moreel. Pengertian sesungguhnya dari kata “moral” lebih dekat kepada masalah kesusilaan atau tatasusila. Karna itu kata “moralist” diberikan kepada mereka yang memperdalam pengetahuan dalam bidang perilaku atau sorotan pengamatannya yang tajam terarah kebidang tersebut.
            Dengan demikian maka banyak hal yang terdapat dalam kesusilaan termasuk kedalam ajaran akhlak, tetapi tidak seluruh apa yang diajarkan dalam akhlak dicakup oleh pengertian kesusilaan.
Mental
            Kata “mental” juga berasal dari bahasa asing. Mental pengertiannya lebih menjurus kepada masalah kejiwaan. Dalam pengertian medis, mental dikaitkan kepada masalah pekerjaan syaraf manusia, termasuk segi-segi penyakit dan kesehatan seseorang. Mental dalam segi pemikiran ahli mengarahkannya kepada penggunaan prilaku yang bertentangan dengan kesusilaan atau hal-hal yang melawan hukum. Padahal aslinya ditujukan kepada seseorang yang berpikir atau bertindak tidak wajar atau sinting.
            Dengan uraian singkat diatas, maka perbutan baik itu sesungguhnya sudah dibekali Allah kepada setiap manusia, tinggal lagi kemampuan manusia mewujudkannya dalam bentuk amal perbuatan sehari-hari, baik dalam kehidupan keluarga rumah tangga, hidup berdampingan bersama tetangga, atau juga melakukan sesuatu yang terbaik bagi umum melalui pelayanan tempat bekerja.
            Setiap Nabi dan Rasul diutus Allah ke permukaan bumi untuk menyampaikan tiga ajaran pokok yang tetap sama sejak dari Nabi dan Rasul yang pertama hingga yang terakhir. Ajaran itu ialah mengenai bidang-bidang:
1.      Aqidah, yaitu mengenai keimanan atau tauhid.
2.      Qoidah, yaitu mengenai keislaman atau syari’at.
3.      Ihsan, yaitu mengenai akhlak.
Akhlak Sebagai Sumber Kemuliaan
            Rasulullah saw. Bersabda:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
 sesungguhnya aku diutus Allah ke permukaan bumi ini adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”
            Kalau berbicara tentang akhlak menurut ajaran Islam, tentang keindahan dan kebagusannya, maka kita harus berbicara mengenai segala sesuatu yang terjadi dalam hidup dan kehidupan manusia secara menyeluruh, sejak dari sikap, pakaian, pergaulan, dan aqidah. Sebab persoalan akhlak dalam ajaran Islam termasuk persoalan pokok sesudah persoalan ibadah. Jadi, akhlak tidak terbatas pada tata tertib sopan-santun saja sebagaimana yang dianggap oleh sebagian orang. Tetapi ia menyangkut segenap prilaku, amal perbuatan, gerak, dan niat yang tertanam dalam dikandungan kalbu seorang insan, kaum, atau bangsa dimanapun, kelak akan membekas dengan nyata pada mata insan dan catatan sejarah menjadi faktanya.
            Islam dengan ajarannya yang cukup murni, kiranya akan dapat menyatukan semua keinginan manusia sesuai dengan haknya, pembawaannya, pengertiannya masing-masing. Yang mana ilmu jiwa telah membuktikan bahwa umumnya manusia itu rela dipuji dan marah bila dicaci. Maka jauah sebelumnya dan lebih luas dari itu Rasulullah saw. telah bersabda:
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
belum sempurna iman seseorang kamu, sebelum kamu mengasihi saudaramu (sesama Islam) sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri”.
            Untuk berlakunya hadits tersebut dalam pergaulan kita sehari-hari, jika diri kita tidak suka pada kepalsuan, maka terhadap orang lain kita harus menunjukkan sikap yang penuh dengan kesungguhan. Jadi, segala sesuatu yang tidak kita senangi tidak kita lakukan kepada orang lain.
Rasulullah saw. bersabda:
يسلم الراكب على الماشي و الماشي القاعد
 orang yang diatas kendaraan hendaklah member salam kepada orang yang sedang berjalan kaki, dan orang yang sedang berjalan kaki hendaklah member salam kepada orang yang sedang duduk. Adapun bila kedua-duanya berjalan kaki, maka siapa yang dahulu memberi salam itulah orang yang lebih baik”.
Tuntutan hadits ini sangat baik dan murni untuk digunakan dalam pergaulan sehari-hari. Terdapat banyak keindahan pergaulan dan kemurnian akhlak dan budi pekerti. Tunutan hadits diatas kiranya hendaklah mengarungi tata tertib yang khas sebagaimana yang lazim dalam peraturan-peraturan dinas, yang rendah pangkatnya memberikan hormat kepada yang tinggi pangkatnya dan sebaliknya dan yang muda memberi hormat kepada yang tua dan sebaliknya. Tidaklah mengherankan dan mengecewakan insan disetiap golongan manapun, bila tuntunan tadi dapat dipakai dalam pergaulan sehari-hari.



THE ROLE OF CHARACTER IN BUILDING THE MAGNIFICENCE
The word " character " comes from the Arabic language , namely: Khalaq means creating, Khaliq means the creator , creation aartinya Makhluq , khuluq is a blessing granted by Allah into the hearts of all the goodness , purity , innocence , rights and obligations, and a lot of love . Morals are the embodiment khuluq into the act, practice and human behavior is concerned. In other words, morality is the explanation of an act or khuluq into good behavior.
Therefore there should be no sentence or phrase that reads : " depraved morals " , but a man who deliberately or due to negligence khuluq change from the holy God is perfect, right and fair to something filthy and falsehood . Those are the people who change or manipulate a pure gift of God and holy revised .
Eventually be understood , basically khuluq from God to every man that is the same rate, but in its application to all mankind and is often different . Is not the fact arouse the heart, peaceful look on one side , while on the other expressed hostility characteristics and so on .
Moral- Moralist
The word " moral " is also derived from foreign languages ​​. Moreel moral character name . Indeed the meaning of the word " moral " is much closer to the problem of morality or decency. Cuz it says " moralist " is given to those who deepen their knowledge of behavior or observation highlights the sharp directional kebidang .
In this way, there are a lot of things in the teaching of morality included into the character, but not the rest of what is taught in the sense of moral decency covered .
Mental
Word "mental" is also derived from foreign languages ​​. More focused on understanding mental psychological problems . In the medical sense , mentally linked to the employment problems of human neurons , including the following aspects of a disease and health . Mental in terms of thinking directed to the use of the behavior which is contrary to morality or things against the law. Though originally aimed at the person who thought or acted improperly or eccentric .
With the above brief description , then it surely discourage good God has supplied to every human being, the human ability to live longer happen in everyday deeds , both in the domestic family life , living side by side together with neighbors, or even do something good for the public through the ministry of the workplace.
Every prophet and messenger sent to deliver the earth's surface Allahke three principal teachings remain the same since the first prophets till the last . That teaching is about the areas of:
1 . The faith , that is about faith or faith .
2 . Qoidah , that of Islamic or shariah .
3 . Courtesy , that of morals.

Morals For
Magnificence Resources
Prophet. He said:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق
" I am sent from God to this earth is to perfect moral character "
If you 're talking about morals according to Islamic teachings , the beauty and kebagusannya , then we should be talking about everything that happens in life and human life as a whole, since the attitude , clothing , relationships, and faith . The reason the question of morality in Islam , including the question after question of tree worship. So, the moral order is not limited to just politeness as he is considered by some people . But it concerns all the behavior , deeds , gestures , and intentions that are embedded in a human heart dikandungan , race, or nation anywhere , would significantly imprint on the human eye and the historical record to be fact .
Islamic teachings pure enough , it seems to be able to unite all human desires according to his right , -ready , meaning respectively . Which psychology has shown that humans generally is rather angry when praised and condemned . Then the previous jauah and wider than the Prophet. said:
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
 " no one's perfect faith in you, before you love your brother ( fellow Muslims) as you love yourself " .
To the occurrence of the hadith is in our daily interactions , if we ourselves do not like falsehood , then for others we need to demonstrate full of determination. So , everything that we did not really like we do not do to others .
Prophet. said:
يسلم الراكب على الماشي و الماشي القاعد
 "The people on the vehicle shall give blessings to the person who is running away, and the person who is running away shall give greetings to the people who were sitting . But when both of them on foot, then the first one that greeted a better person " .
              Claim this hadith is very good and pure to be used in day-to- day interactions . There are many social and moral purity beauty and character . Tunutan above hadith should probably order a special shoot as often in the service rules , which are lower in rank to give honor to the rank and otherwise young and pay homage to the old and vice versa . It is not surprising and disappointing in every human group anywhere , any guidance it would be applied in day-to- day interactions .

No comments:

Post a Comment